BAB
1
PENDAHULAN
I.A.
Latar Belakang
Paru-paru merupakan
organ penting bagi tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai alat pernafasan
(respirasi). Proses pernafasan yaitu pengambilan oksigen(O2) dari udara luar
dan pengeluaran karbondioksida (CO2) dari paru – paru. Sistem pernafasan
membawa udara melalui hidung dengan suhu 21° C sampai 26°C. Dirongga hidung
udara dibersihkan dari debu ukuran 2 – 10 u, dipanaskan dan dilembabkan oleh
bulu dan lendir hidung sebelum masuk ke trakea. Debu yang lolos ditangkap oleh
lendir dari sel-sel mukosa di bronkus dan bronkioli, cilia sel mukosa ini
bergerak berirama mendorong kotoran keluar dengan kecepatan 16 mm/menit. Proses
transfer oksigen setelah sampai di alveoli terjadi proses difusi oksigen ke
eritrosit yang terikat oleh hemoglobin(Hb) sejumlah 20 ml/100 ml darah dan
sebagian kecil larut dalam plasma 0,3 ml/ 100 CC, jika Hb 15 gr. Sebaliknya
karbondioksida dari darah dibawa ke alveoli untuk dikeluarkan melalui udara
ekspirasi. Sehingga O2 akhirnya dapat didistribusikan ke berbagai jenis sel dan
jaringan tubuh. Paru-paru selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga
memiliki peredaran darah yaitu sirkulasi pulmunal.
Sirkulasi
pulmonal adalah sirkulasi darah antara jantung dan paru-paru. Darah dari
jantung (ventrikel kanan) dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis.
Darah ini banyak mengandung karbondioksida (CO2) sebagai sisa metabolisme untuk
dibuang melalui paru-paru ke atmosfer. Selanjutnya darah akan teroksigenasi
pada kapiler paru dan kembali ke jantung (atrium kiri) melalui vena pulmonalis.
Sebelum membahas tentang sirkulasi
pulmonal harus di ketahui dulu mengenai sistem kardiovaskuler. Sistem
kardiovaskuler adalah suatu
sistem pengaturan aliran darah dari jantung ke organ-organ atau jaringan tubuh
dan sebaliknya. Aliran darah membawa oksigen (O2),
bahan makanan, hormon untuk jaringan dan sisa metabolisme dari jaringan ke
organ eksretoris.
Sistem Kardiovaskuler meliputi Jantung dan Pembuluh
darah :
1.
Aliran pulmonal adalah aliran darah yang membawa darah dari dan ke paru-paru
2.
Aliran darah Kardiovaskuler adalah membawa darah dari dan ke jaringan dan organ tubuh.
I.B.
Tujuan dan Manfaat
1. Tujuan
a. Tujuan
pembuatan referat ini adalah untuk mengetahui sirkulasi darah pulmonal dan
peredarannya mulai masuk melalui arteri pulmonal dan keluar melalui vena
pulmonal, dan
b. Untuk
memenuhi tugas belajar mandiri.
2. Manfaat
a. Mengetahui
sirkulasi darah kecil atau sirkulasi pulmonal pada sirkulasi peredaran darah
b. Menambah
ilmu pengetahuan tentang sirkulasi pulmonal
c. Mengtahui
secara anatomi, histologi organ respirasi, dan
d. Mengetahui
mekanisme sirkulasi pulmonal.
BAB II
PEMBAHASAN
II.A. Anatomi (gambaran Makroskopis)
II.A.1 Paru-paru
Paru-paru merupakan sebuah alat
tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli).
Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan
luas permukaannya ± 90m2.
Banyaknya gelembung paru-paru ini
kurang lebih 700juta buah.
Paru-paru terdiri dari :
Paru-paru terdiri dari :
a.
Paru-paru kanan (pulmo dextra) terdiri dari tiga lobus
yaitu lobus superior, lobus media, dan lobus inferior
b.
Paru-paru kiri (pulmo sinistra) terdiri dari dua lobus
yaitu lobus superior dan lobus inferior
Tiap-tiap lobus ini terdiri dari
belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh
segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada
inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada
lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada
lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan
yang bernama lobulus. Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh
jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam
tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini
bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir
pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm. Letak paru-paru di rongga
dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada (mediastinum). Pada bagian
tengah terdapat bagian tampuk paru-paru yang disebut hilus. Pada mediastinum
depan terdapat jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura.
Pleura dibagi menjadi dua :
a.
Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu
selaput paru yang langsung membungkus paru.
b.
Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga
dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.
`
II.A.2 Anatomi jantung
Jantung
memiliki bentuk cenderung berkerucut tumpul. Jantung pada tubuh manusia
menempati diantara kedua paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga toraks
Jantung manusia terletak di sebelah kiri bagian dada, di antara paru-paru,
terlindungi oleh tulang rusuk. Ukuran jantung sendiri kurang lebih sebesar
kepalan tangan pemiliknya.
Pada dinding jantung terdapat
otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang berperan penting
dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.
Bagian dalam jantung terdiri dari
empat buah rongga yaitu dua rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria
dan dua rongga lagi yang disebut dengan ventricle yang memiliki peran
dalam memompa darah menuju arteri.
II.B.1
Histologi (gambaran mikroskopis)
II.B.1.1 Histologi Organ Pernafasan
1)
Trakea
a. Mukosanya epitel kolumner pseudokompleks bersilia bergoblet.
b. Epitel trakhea mengandung
sel yaitu sel goblet, sel silia, sel silindris dengan mikrovili(sel sikat, sel imatur), sel basal, sel
granula,, sel neuroendokrine memproduksi amin prekursor uptake and carboxilation (Apud).
c. Tunika propia terdiri dari noduli limpatisi, kolagen
dan serat elastis (lanjutan perikondrium) sebagai muskularis mukosa.
d. Sub mukosa dan kelenjar seromukus, pada potongan memanjang terletak dalam segitiga dengan epitel permukaan
sebagai basis dan pertengahan jarak tulang rawan.
e. Tunika adventitia, bagian
terluar melekat pada esophagus
2) Bronkhus primer
a. Mirip trakhea
b. Cincin tulang rawan ( C )
c. Epitel silindris bertingkat
bersilia, bergoblet.
3)
Bronkhus sekunder :
a. Lempeng2 tl rawan hialin, cincin penuh (O)
b. Epitel silindris bersilia
bergoblet
c. Diikuti pembuluh darah
d. Berkas otot polos, serat
elastin
e. Mukosa : lamina basal jelas,
lipatan longitudinal
4)
Bronkhiolus
a. Diameter kurang dari 1 mm
b. Tidak ada tulang rawan
hialin
c. Tidak mempunyai kelenjar
d. proksimal : epitel silindris
bersilia, sedikit sel goblet (tersebar dalam epitel)
e. Distal : epitel kuboid bersilia,
tak ada sel goblet
f. Sel clara : permukaan menonjol kearah lumen dari sekretoris dan surfaktan.
g. Tunika propria : serabut elastin, berkas otot polos terdiri dari Nervus Vagus dan saraf simpatis
h. Otot polos
i.
Bronkhiolus lapisan ototnya lebih tebal sehingga pada waktu serangan asma
bronkhiolus lebih spasme dibandingkan bronkhus. Sedangkan resistensi jalan udara pada asma dapat disebabkan kontraksi otot bronkhiolus
5)
Bronkhiolus Respiratorius
a. Daerah peralihan antara
bagian konduksi dan respirasi.
b. Mukosa : sama dengan
bronkhiolus.
c. Dinding dikelilingi saccus
alveolaris.
d. Epitel terdiri dari proksimal epitel kuboid simpleks dengan silia dan distal epitel kuboid simpleks tak bersilia.
e. Makin ke distal, jumlah
alveoli bertambah dengan nyata dan jarak antar alveoli semakin dekat.
6)
Duktus alveolus :
a. Dinding kontinyu.
b. Epitel kuboid simpleks.
c. Lanjutan dari bronkhiolus
respiratorius
d. Mempunyai otot polos di
beberapa tempat.
7)
Saccus alveolus :
a. Epitel squamous simpleks
b. Kantong yang tersusun atas
alveoli.
c. Pada bronkhiolus
respiratorius, lanjutan dari duktus alveolus
8)
Alveoli
a. Evaginasi kecil menyerupai
kantong.
b. Terdapat bronkhiolus respiratorius, duktus alveolus,
saccus alveolus.
c. Epitel squamous simpleks.
d. Penting untuk pertukaran
antara oksigen (O2) dan
karbondioksida (CO2) dan antara udara dan darah.
e. Struktur dinding alveoli
diffus.
II.B.2.
Histologi Jantung
Secara histologis dinding pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan :
a.
Tunika Intima terdiri dari endotel, subendotel, jaringan ikat longgar, jaringan histologi, kadang² otot.
b.
Tunika Media terdiri dari Sel otot polos tersusun sirkuler disertai jaringan ikat kolagen dan histologi, Membrana elastika interna. Antara tunika intima dan tunika media dan membrana elastika eksterna antara tunika media dan tunika adventitia, Pembuluh darah banyak.
c.
Tunika Adventitia terdiri dari jaringan ikat kolagen dan histologi. Pada pembuluh darah besar
terdapat vassa vasorum.
Sistem Kardiovaskuler Arteri terdiri dari 3 tipe (secara histologis) :
a.
Arteri besar, arteri tipe elastis, arteri tipe
konduksi.
b.
Arteri sedang, arteri tipe muskuler, arteri tipe
distribusi.
c.
Arteri kecil, arteriole
II.C. Mekanisme Pernafasan
Saluran
penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, farinx, larinx trachea,
bronkus, dan bronkiolus.
Hidung atau Nares
anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Saluran-saluran itu
bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. (rongga) hidung.
Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh
darah, dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus
yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Farinx adalah pipa berotot
yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada
ketinggian tulang rawan krikoid. Maka letaknya di belakang larinx
(larinx-faringeal).
Proses fisiologi
pernafasan dimana oksigen (O2) dipindahkan dari udara ke dalam jaringan, dan
karbondioksida (C02) dikeluarkan keudara ekspirasi dapat dibagi menjadi dua
stadium. Stadium pertama adalah ventilasi yaitu masuknya campuran gas-gas ke
dalam dan keluar paru-paru. karena ada selisih tekanan yang terdapat antara
atmosfer dan alveolus akibat kerja mekanik dari otot-otot. Stadium kedua,
transportasi yang terdiri dan beberapa aspek yaitu:
1. Difusi
gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksternal) dan antara
darah sistemik dan sel-sel jaringan.
2. Distribusi
darah dalam sirkulasi pulmonal dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam
alveolus.
Sirkulasi pulmonal
(pernapafasan eksternal) dimulai pada arteri pulmonar yang menerima darah vena
yang membawa campuran oksigen dari ventrikel kanan. Aliran darah yang melalui
sistem ini bergantung pada kemampuan pompa ventrikel kanan, yang mengeluarkan
darah sekitar 4 sampai 6 liter/menit. Darah mengalir dari arteri pulmonal
melalui alterior pulmonar ke kapiler pulmonar tempat darah kontak dengan
membran kapiler-alveolar dan berlangsung pertukaran gas pernapasan. Darah yang
kaya oksigen kemudian bersirkulasi melalui venula pulmonar dan vena pulmonar
kembali ke atrium kiri.
Tekanan dalam sistem
sirkulasi pulmonal adalah rendah. Tekanan arteri sistolik pulmonal yang normal
antara 20 dan 30 mm Hg, tekanan diastolik kurang dari 12 mm Hg dan tekanan
rata-rata kurang dari 20 mm Hg (daily dan Schroeder, 1994). Dinding pembuluh
darah pulmonar tipis dan berisi lebih sedikit otot halus karena tekanan dan
tahanan yang rendah. Paru-paru menerima curah jantung total dari ventrikel
kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari satu daerah ke daerah lain, kecuali
pada kasus hipoksia alveolar.
Gas pernapasan
mengalami pertukaran di alveoli dan kapiler jaringan tubuh. Oksigen ditransfer
dari paru-paru ke darah dan karbon dioksida ditransfer dari darah ke alveoli
untuk dikeluarkan sebagai produk sampah. Pada tingkat jaringan, oksigen
ditrasfer dari darah ke jaringan, dan karbon dioksida ditrasfer dari jaringan
ke darah untuk kembali ke alveoli dan dikeluarkan. Transfer ini bergantung pada
proses difusi. Jumlakh oksigen yang larut dalam plasma relatif kecil, yakni hanya
sekitar 3%. Sebagian besar oksigen ditrasportasi oleh hemoglobin. Hemoglobin
berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Molekul hemoglobin
bercampur dengan oksigen untuk membentuk oksihemoglobin.
Pembentukan oksihemoglobin
dengan mudah (reversibel), sehingga
memungkinkan hemoglobin dan oksigen berpisah, membuat oksigen menjadi bebas.
Sehingga oksigen ini bisa masuk ke dalam jaringan. Gangguan distribusi
disebabkan oleh retensi sputum menyebabkan obstruksi bronchioli, hipovcntilasi
alveolair dan atelektasis aspirasi masuknya benda asing ke jalan nafas. Bronchospasme
karena asthma bronchiale atau alergi.
1. Reaksi
kimia dan fisik dari 02 dan C02 dengan darah respimi atau respirasi interna
merupakan stadium akhir dari respirasi, yaitu sel dimana metabolik dioksida
untuk mendapatkan energi, dan C02 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme
sel dan dikeluarkan oleh paru-paru.
2. Transportasi,
yaitu. tahap kedua dari proses pemapasan mencakup proses difusi gas-gas
melintasi membran alveolus kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0,5 urn).
Kekuatan mendorong untuk pemindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara
darah dan fase gas.
3. Perfusi,
yaitu pemindahan gas secara efektif antar alveolus dan kapiler paru-paru
membutuhkan distribusi merata dari udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran
darah) dalam kapiler dengan perkataan lain ventilasi dan perfusi. dari unit
pulmonary harus sesuai pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan
istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks
paru-paru.
Aliran darah di kapiler
paru (perfusi) ikut menentukan jumlah O2 yang dapat diangkut Masalah timbul
jika terjadi ketidak seimbangan antara ventilasi alveolair (VA) dengan perfusi
(Q) yang lazim disebut VA/Q imbalance.
Ventilasi normal, perfusi
normal semua oksigen (O2) diambil darah. Ventilasi normal-Perfusi kurang akan
terjadi ventilasi berlebihan, tak semua oksigen (O2) sempat diambil unit ini
dinamai “dead space” yang terajadi pada shock dan emboli paru. Ventilasi
berkurang-perfusi normal. Darah tidak mendapat cukup oksigen (O2) (desaturasi)
unit ini disebut “Shunt”.Terjadi pada atelektasis edema paru. Dana spirasi
cairan Silent unit (ARDS) tidak ada
ventilasi dan perfusi. Bila Dead Space unti banyak, pendceita kekurangan
oksigen, merasa sesak tetapi pO2-nya mungkin normal Bila Shunt Unit banyak,
penderita merasa sesak dan pO2-nya menurun. Pada keadaan normal, shunt hanya 1
– 2% dari sirkulasi. Gejala sesak © 2004mulai timbul jika hunt > 5% Bila
saturasi < 80% maka pO2 < 50 mmHg, penderita akan cyanosis. Kadar 02
inspirasi harus ditingkatkan jika jumlah shunt meningkat.
II.D.
Sirkulasi Pulmonal
Sirkulasi dalam paru
mencakup pembuluh nutrien (sistemik) maupun pembuluh fungsional (pulmonal).
Arteri dan vena pulmonal merupakan sirkulasi fungsionalnya. Arteri pulmonal
memiliki dinding yang tipis akibat tekanan yang rendah (25 mmHg sistolik dan
5mmHg diastolik) di dalam sirkulasi paru. Di dalam paru, arteri pulmonal
bercabang mengikuti percabagan bronkus. Cabang-cabangnya di kelilingi adventisitas
bronkoli dan bronkioli. Di daerah duktus alveolaris, cabang-cabang arteri ini
membentuk jalinan kapiler di dalam septum interalveolaris dan berkontal erat
dengan epitel alveolus. Paru-paru
mempunyai jalinan kapiler yang paling berkembang di dalam tubuh, dengan
kapiler di antara semua alveoli, termasuk kapiler di bronkiolus respiratorius.
Venula yang berasal
dari jaringan kapiler ditemukan satu-satu didalam parenkim, dan agak menjauh
dari jalan napas . venula di topang oleh slapis tipis jaringan ikat dan memasuki septum interalveolar. Setelah
meninggalkan lobulus, vena mengikuti percabangan bronkus ke arah hilus.
Pembuluh
nutrien mengikuti percabangan bronkus dan mendistribusikan darah ke sebagian
besar paru sampai pada bronkiolus respiratorius, di tempat pembuluh ini
beranastomosis dengan cabang-cabang kecil dari arteri pulmonal.
Pembuluh
darah dalam paru– paru, arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak
mengandung oksigen dari partikel kanan jantung ke paru-paru cabang-cabangnya
menyentuh saluran bronkial, bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi
arteriola halus, arteriola itu membelah dan membentuk jaringan kapiler dan
kapiler-kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara. Kapiler itu
hanya dapat memuat sedikit maka praktis dapat dikatakan sel – sel darah merah
membuat garis tunggal, kapiler paru – paru bersatu sampai menjadi pembuluh
darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonalis meninggalkan setiap paru
–paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan
keseluruh tubuh melalui aorta. Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari
udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis, maka pertukaran
gas berlangsung dengan difusi , yang merupakan fungsi pernafasan.
Pembuluh
darah yang dilukiskan sebagai arteri bronkialis membawa darah berisi oksigen
langsung dari aorta torasika ke paru –paru guna memberi makan dan mengantarkan
oksigen kedalam jaringan paru –paru sendiri. Cabang akhir arteri –arteri ini
membentuk plexus kapiler yang tampak jelas dan terpisah, terbentuk oleh cabang
akhir arteri pulmonalis ,tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu
kedalam vena pulmonalis. Sisa darah itu diantarkan dari setiap paru –paru oleh
vena bronkialis dan ada yang dapat mencapai vena cava superior. Maka dengan
demikian paru –paru mempunyai persediaan darah ganda. Hilus (tampuk) paru
–paru dibentuk oleh struktur sebagai berikut :
1.
Arteri pulmonalis, yang mengembalikan darah tanpa
oksigen kedalam paru –paru untuk diisi oksigen. Vena pulmonalis, yang mengembalikan
darah berisi oksigen dari paru –paru ke jantung. Bronkus yang bercabang dan
beranting membentuk pohon bronkial, merupakan jalan utama udara.
2.
Arteri bronkial , keluar dari aorta dan mengantarkan
darah dari paru-paru ke vena cava superior , dan pembuluh limfe yang masuk-keluar
paru-paru, sangat banyak. Persyaratan penting dalam aksi
pergerakan pernafasan disuplai melalui nervus phrenicus dan nervus spiral
toraxic. Nervus phrenicus mempersyarafi diafragma sementara nervus spiral
toraxic mempersyarafi otot-otot intercosta. Disamping syaraf-syaraf tersebut
syaraf simpatis dan para simpatis.
BAB III
PENUTUP
III.A. Kesimpulan
Kesimpulannya adalah paru-paru merupakan organ
penting bagi tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai alat pernafasan
(respirasi). Proses pernafasan yaitu pengambilan oksigen(O2) dari udara luar
dan pengeluaran karbondioksida (CO2) dari paru – paru. Selain itu paru-paru
juga memiliki peredaran darah yang yaitu sistem sirkulasi pulmonal.
Sirkulasi pulmonal adalah bagian dari sistem kardiovaskular
yang membawa oksigen
yang ada pada pembuluh darah
dari jantung, ke paru-paru , dan mengembalikan
oksigen darah kembali ke jantung.
III.B.
Saran
Dari penjelasan di atas saya sebagi penyusun
referat ini menyarankn kepada pembaca supaya bersama-sama menjaga kesehatan
organ jantung dan paru-paru kita agar selalu sehat karena jantung dan paru-paru
adalah organ yang sangat vital dan selain paru-paru sebagai alat pernafasan
juga sebagai sirkulasi darah yang amat penting bagi kelangsungan hidup
DAFTAR
PUSTAKA
Sherwood,
Lauralee.2001. Research Design: Human
Physiology
Dr.
Bram U. Pendit, Sp. KK, Cells to System.
EGC.Jakarta
Ganong,
F.1997. Fisiologi Kedokteran. Edesi
10. Jakarta: EGC
Price,
A., Sylvia.(2006). Patofisiologi.Clinical
Concepts Of Disease
Shafer,
WG., Hine, MK., Levy, BM. A Textbook of
oral pathology. Edisi 4
Philadelphia:
WB. Saunders. 1983. 137-9.
http://www.emedicine.com/derm/topic886.htm.
Accessed 5 Maret, 2009