Kamis, 03 Januari 2013

SIRKULASI PULMONAL

BAB 1
PENDAHULAN
I.A. Latar Belakang
Paru-paru merupakan organ penting bagi tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai alat pernafasan (respirasi). Proses pernafasan yaitu pengambilan oksigen(O2) dari udara luar dan pengeluaran karbondioksida (CO2) dari paru – paru. Sistem pernafasan membawa udara melalui hidung dengan suhu 21° C sampai 26°C. Dirongga hidung udara dibersihkan dari debu ukuran 2 – 10 u, dipanaskan dan dilembabkan oleh bulu dan lendir hidung sebelum masuk ke trakea. Debu yang lolos ditangkap oleh lendir dari sel-sel mukosa di bronkus dan bronkioli, cilia sel mukosa ini bergerak berirama mendorong kotoran keluar dengan kecepatan 16 mm/menit. Proses transfer oksigen setelah sampai di alveoli terjadi proses difusi oksigen ke eritrosit yang terikat oleh hemoglobin(Hb) sejumlah 20 ml/100 ml darah dan sebagian kecil larut dalam plasma 0,3 ml/ 100 CC, jika Hb 15 gr. Sebaliknya karbondioksida dari darah dibawa ke alveoli untuk dikeluarkan melalui udara ekspirasi. Sehingga O2 akhirnya dapat didistribusikan ke berbagai jenis sel dan jaringan tubuh. Paru-paru selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga memiliki peredaran darah yaitu sirkulasi pulmunal.
Sirkulasi pulmonal adalah sirkulasi darah antara jantung dan paru-paru. Darah dari jantung (ventrikel kanan) dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Darah ini banyak mengandung karbondioksida (CO2) sebagai sisa metabolisme untuk dibuang melalui paru-paru ke atmosfer. Selanjutnya darah akan teroksigenasi pada kapiler paru dan kembali ke jantung (atrium kiri) melalui vena pulmonalis.
Sebelum membahas tentang sirkulasi pulmonal harus di ketahui dulu mengenai sistem kardiovaskuler. Sistem kardiovaskuler adalah suatu sistem pengaturan aliran darah dari jantung ke organ-organ atau jaringan tubuh dan sebaliknya. Aliran darah membawa oksigen (O2), bahan makanan, hormon untuk jaringan dan sisa metabolisme dari jaringan ke organ eksretoris.



Sistem Kardiovaskuler meliputi Jantung dan Pembuluh darah :
1.    Aliran pulmonal adalah aliran darah yang membawa darah dari dan ke paru-paru
2.    Aliran darah Kardiovaskuler adalah membawa darah dari dan ke  jaringan dan organ tubuh.

I.B. Tujuan dan Manfaat
1.  Tujuan
a.    Tujuan pembuatan referat ini adalah untuk mengetahui sirkulasi darah pulmonal dan peredarannya mulai masuk melalui arteri pulmonal dan keluar melalui vena pulmonal, dan
b.    Untuk memenuhi tugas belajar mandiri.

2.    Manfaat
a.    Mengetahui sirkulasi darah kecil atau sirkulasi pulmonal pada sirkulasi peredaran darah
b.    Menambah ilmu pengetahuan tentang sirkulasi pulmonal
c.    Mengtahui secara anatomi, histologi organ respirasi, dan
d.   Mengetahui mekanisme sirkulasi pulmonal.













BAB II
 PEMBAHASAN

II.A.    Anatomi (gambaran Makroskopis)
II.A.1  Paru-paru
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2.
Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah.
Paru-paru terdiri dari :
a.    Paru-paru kanan (pulmo dextra) terdiri dari tiga lobus yaitu lobus superior, lobus media, dan lobus inferior
b.    Paru-paru kiri (pulmo sinistra) terdiri dari dua lobus yaitu lobus superior dan lobus inferior
 








Tiap-tiap lobus ini terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. Diantara lobulus satu dengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm. Letak paru-paru di rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada (mediastinum). Pada bagian tengah terdapat bagian tampuk paru-paru yang disebut hilus. Pada mediastinum depan terdapat jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua :
a.    Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
b.    Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.















`

II.A.2  Anatomi jantung
Jantung memiliki bentuk cenderung berkerucut tumpul. Jantung pada tubuh manusia menempati diantara kedua paru-paru tepatnya pada bagian tengah rongga toraks Jantung manusia terletak di sebelah kiri bagian dada, di antara paru-paru, terlindungi oleh tulang rusuk. Ukuran jantung sendiri kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya.
Pada dinding jantung terdapat otot-otot yang saling berkontraksi. Otot-otot inilah yang berperan penting dalam memompa darah melalui pembuluh arteri.
Bagian dalam jantung terdiri dari empat buah rongga yaitu dua rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria dan dua rongga lagi yang disebut dengan ventricle yang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri.







II.B.1 Histologi (gambaran mikroskopis)
II.B.1.1  Histologi Organ Pernafasan
1)        Trakea
a.       Mukosanya epitel kolumner pseudokompleks bersilia bergoblet.
b.      Epitel trakhea mengandung sel yaitu sel goblet, sel silia, sel silindris dengan mikrovili(sel sikat, sel imatur), sel basal, sel granula,, sel neuroendokrine memproduksi amin prekursor uptake and carboxilation (Apud).
c.       Tunika propia terdiri dari noduli limpatisi, kolagen dan serat elastis (lanjutan perikondrium) sebagai muskularis mukosa.
d.      Sub mukosa dan kelenjar seromukus, pada potongan memanjang terletak dalam segitiga dengan epitel permukaan sebagai basis dan pertengahan jarak tulang rawan.
e.       Tunika adventitia, bagian terluar melekat pada esophagus
2)      Bronkhus primer
a.       Mirip trakhea
b.      Cincin tulang rawan ( C )
c.       Epitel silindris bertingkat bersilia, bergoblet.
3)         Bronkhus sekunder :
a.       Lempeng2 tl rawan hialin, cincin penuh (O)
b.      Epitel silindris bersilia bergoblet
c.       Diikuti pembuluh darah
d.      Berkas otot polos, serat elastin
e.       Mukosa : lamina basal jelas, lipatan longitudinal
4)        Bronkhiolus
a.       Diameter kurang dari 1 mm
b.      Tidak ada tulang rawan hialin
c.       Tidak mempunyai kelenjar
d.      proksimal : epitel silindris bersilia, sedikit sel goblet (tersebar dalam epitel)
e.       Distal : epitel kuboid bersilia, tak ada sel goblet
f.       Sel clara : permukaan menonjol kearah lumen dari sekretoris dan surfaktan.
g.      Tunika propria : serabut elastin, berkas otot polos terdiri dari Nervus Vagus dan saraf simpatis
h.      Otot polos
i.        Bronkhiolus lapisan ototnya lebih tebal sehingga pada waktu serangan asma bronkhiolus lebih spasme dibandingkan bronkhus. Sedangkan resistensi jalan udara pada asma dapat disebabkan kontraksi otot bronkhiolus
5)        Bronkhiolus Respiratorius
a.       Daerah peralihan antara bagian konduksi dan respirasi.
b.      Mukosa : sama dengan bronkhiolus.
c.       Dinding dikelilingi saccus alveolaris.
d.      Epitel terdiri dari proksimal epitel kuboid simpleks dengan silia dan distal epitel kuboid simpleks tak bersilia.
e.       Makin ke distal, jumlah alveoli bertambah dengan nyata dan jarak antar alveoli semakin dekat.
6)        Duktus alveolus :
a.       Dinding kontinyu.
b.      Epitel kuboid simpleks.
c.       Lanjutan dari bronkhiolus respiratorius
d.      Mempunyai otot polos di beberapa tempat.
7)        Saccus alveolus :
a.       Epitel squamous simpleks
b.      Kantong yang tersusun atas alveoli.
c.       Pada bronkhiolus respiratorius, lanjutan dari duktus alveolus
8)        Alveoli
a.       Evaginasi kecil menyerupai kantong.
b.      Terdapat bronkhiolus respiratorius, duktus alveolus, saccus alveolus.
c.       Epitel squamous simpleks.
d.      Penting untuk pertukaran antara oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) dan antara udara dan darah.
e.       Struktur dinding alveoli diffus.
II.B.2. Histologi Jantung
Secara histologis dinding pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan :
a.         Tunika Intima terdiri dari endotel, subendotel, jaringan ikat longgar, jaringan histologi, kadang² otot.
b.         Tunika Media terdiri dari Sel otot polos tersusun sirkuler disertai jaringan ikat kolagen dan histologi, Membrana elastika interna. Antara tunika intima dan tunika media dan membrana elastika eksterna antara tunika media dan tunika adventitia, Pembuluh darah banyak.
c.         Tunika Adventitia terdiri dari jaringan ikat kolagen dan histologi. Pada pembuluh darah besar terdapat vassa vasorum.

Sistem Kardiovaskuler Arteri terdiri dari 3 tipe (secara histologis) :
a.         Arteri besar, arteri tipe elastis, arteri tipe konduksi.
b.         Arteri sedang, arteri tipe muskuler, arteri tipe distribusi.
c.         Arteri kecil, arteriole

II.C. Mekanisme Pernafasan
Saluran penghantar udara hingga mencapai paru-paru adalah hidung, farinx, larinx trachea, bronkus, dan bronkiolus.
Hidung atau Nares anterior adalah saluran-saluran di dalam rongga hidung. Saluran-saluran itu bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum. (rongga) hidung. Rongga hidung dilapisi sebagai selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah, dan bersambung dengan lapisan farinx dan dengan selaput lendir sinus yang mempunyai lubang masuk ke dalam rongga hidung. Farinx adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka letaknya di belakang larinx (larinx-faringeal).
Proses fisiologi pernafasan dimana oksigen (O2) dipindahkan dari udara ke dalam jaringan, dan karbondioksida (C02) dikeluarkan keudara ekspirasi dapat dibagi menjadi dua stadium. Stadium pertama adalah ventilasi yaitu masuknya campuran gas-gas ke dalam dan keluar paru-paru. karena ada selisih tekanan yang terdapat antara atmosfer dan alveolus akibat kerja mekanik dari otot-otot. Stadium kedua, transportasi yang terdiri dan beberapa aspek yaitu:
1.    Difusi gas antara alveolus dan kapiler paru-paru (respirasi eksternal) dan antara darah sistemik dan sel-sel jaringan.
2.    Distribusi darah dalam sirkulasi pulmonal dan penyesuaiannya dengan distribusi udara dalam alveolus.
Sirkulasi pulmonal (pernapafasan eksternal) dimulai pada arteri pulmonar yang menerima darah vena yang membawa campuran oksigen dari ventrikel kanan. Aliran darah yang melalui sistem ini bergantung pada kemampuan pompa ventrikel kanan, yang mengeluarkan darah sekitar 4 sampai 6 liter/menit. Darah mengalir dari arteri pulmonal melalui alterior pulmonar ke kapiler pulmonar tempat darah kontak dengan membran kapiler-alveolar dan berlangsung pertukaran gas pernapasan. Darah yang kaya oksigen kemudian bersirkulasi melalui venula pulmonar dan vena pulmonar kembali ke atrium kiri.
Tekanan dalam sistem sirkulasi pulmonal adalah rendah. Tekanan arteri sistolik pulmonal yang normal antara 20 dan 30 mm Hg, tekanan diastolik kurang dari 12 mm Hg dan tekanan rata-rata kurang dari 20 mm Hg (daily dan Schroeder, 1994). Dinding pembuluh darah pulmonar tipis dan berisi lebih sedikit otot halus karena tekanan dan tahanan yang rendah. Paru-paru menerima curah jantung total dari ventrikel kanan dan tidak meneruskan aliran darah dari satu daerah ke daerah lain, kecuali pada kasus hipoksia alveolar.
Gas pernapasan mengalami pertukaran di alveoli dan kapiler jaringan tubuh. Oksigen ditransfer dari paru-paru ke darah dan karbon dioksida ditransfer dari darah ke alveoli untuk dikeluarkan sebagai produk sampah. Pada tingkat jaringan, oksigen ditrasfer dari darah ke jaringan, dan karbon dioksida ditrasfer dari jaringan ke darah untuk kembali ke alveoli dan dikeluarkan. Transfer ini bergantung pada proses difusi. Jumlakh oksigen yang larut dalam plasma relatif kecil, yakni hanya sekitar 3%. Sebagian besar oksigen ditrasportasi oleh hemoglobin. Hemoglobin berfungsi sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Molekul hemoglobin bercampur dengan oksigen untuk membentuk oksihemoglobin.
Pembentukan oksihemoglobin dengan mudah  (reversibel), sehingga memungkinkan hemoglobin dan oksigen berpisah, membuat oksigen menjadi bebas. Sehingga oksigen ini bisa masuk ke dalam jaringan. Gangguan distribusi disebabkan oleh retensi sputum menyebabkan obstruksi bronchioli, hipovcntilasi alveolair dan atelektasis aspirasi masuknya benda asing ke jalan nafas. Bronchospasme karena asthma bronchiale atau alergi.
1.    Reaksi kimia dan fisik dari 02 dan C02 dengan darah respimi atau respirasi interna merupakan stadium akhir dari respirasi, yaitu sel dimana metabolik dioksida untuk mendapatkan energi, dan C02 terbentuk sebagai sampah proses metabolisme sel dan dikeluarkan oleh paru-paru.
2.    Transportasi, yaitu. tahap kedua dari proses pemapasan mencakup proses difusi gas-gas melintasi membran alveolus kapiler yang tipis (tebalnya kurang dari 0,5 urn). Kekuatan mendorong untuk pemindahan ini adalah selisih tekanan parsial antara darah dan fase gas.
3.    Perfusi, yaitu pemindahan gas secara efektif antar alveolus dan kapiler paru-paru membutuhkan distribusi merata dari udara dalam paru-paru dan perfusi (aliran darah) dalam kapiler dengan perkataan lain ventilasi dan perfusi. dari unit pulmonary harus sesuai pada orang normal dengan posisi tegak dan keadaan istirahat maka ventilasi dan perfusi hampir seimbang kecuali pada apeks paru-paru.
Aliran darah di kapiler paru (perfusi) ikut menentukan jumlah O2 yang dapat diangkut Masalah timbul jika terjadi ketidak seimbangan antara ventilasi alveolair (VA) dengan perfusi (Q) yang lazim disebut VA/Q imbalance.
Ventilasi normal, perfusi normal semua oksigen (O2) diambil darah. Ventilasi normal-Perfusi kurang akan terjadi ventilasi berlebihan, tak semua oksigen (O2) sempat diambil unit ini dinamai “dead space” yang terajadi pada shock dan emboli paru. Ventilasi berkurang-perfusi normal. Darah tidak mendapat cukup oksigen (O2) (desaturasi) unit ini disebut “Shunt”.Terjadi pada atelektasis edema paru. Dana spirasi cairan Silent unit (ARDS)  tidak ada ventilasi dan perfusi. Bila Dead Space unti banyak, pendceita kekurangan oksigen, merasa sesak tetapi pO2-nya mungkin normal Bila Shunt Unit banyak, penderita merasa sesak dan pO2-nya menurun. Pada keadaan normal, shunt hanya 1 – 2% dari sirkulasi. Gejala sesak © 2004mulai timbul jika hunt > 5% Bila saturasi < 80% maka pO2 < 50 mmHg, penderita akan cyanosis. Kadar 02 inspirasi harus ditingkatkan jika jumlah shunt meningkat.


II.D. Sirkulasi Pulmonal
Sirkulasi dalam paru mencakup pembuluh nutrien (sistemik) maupun pembuluh fungsional (pulmonal). Arteri dan vena pulmonal merupakan sirkulasi fungsionalnya. Arteri pulmonal memiliki dinding yang tipis akibat tekanan yang rendah (25 mmHg sistolik dan 5mmHg diastolik) di dalam sirkulasi paru. Di dalam paru, arteri pulmonal bercabang mengikuti percabagan bronkus. Cabang-cabangnya di kelilingi adventisitas bronkoli dan bronkioli. Di daerah duktus alveolaris, cabang-cabang arteri ini membentuk jalinan kapiler di dalam septum interalveolaris dan berkontal erat dengan epitel alveolus. Paru-paru  mempunyai jalinan kapiler yang paling berkembang di dalam tubuh, dengan kapiler di antara semua alveoli, termasuk kapiler di bronkiolus respiratorius.
Venula yang berasal dari jaringan kapiler ditemukan satu-satu didalam parenkim, dan agak menjauh dari jalan napas . venula di topang oleh slapis tipis jaringan ikat  dan memasuki septum interalveolar. Setelah meninggalkan lobulus, vena mengikuti percabangan bronkus ke arah hilus.
Pembuluh nutrien mengikuti percabangan bronkus dan mendistribusikan darah ke sebagian besar paru sampai pada bronkiolus respiratorius, di tempat pembuluh ini beranastomosis dengan cabang-cabang kecil dari arteri pulmonal.
Pembuluh darah dalam paru– paru, arteri pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari partikel kanan jantung ke paru-paru cabang-cabangnya menyentuh saluran bronkial, bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi arteriola halus, arteriola itu membelah dan membentuk jaringan kapiler dan kapiler-kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau gelembung udara. Kapiler itu hanya dapat memuat sedikit maka praktis dapat dikatakan sel – sel darah merah membuat garis tunggal, kapiler paru – paru bersatu sampai menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya dua vena pulmonalis meninggalkan setiap paru –paru membawa darah berisi oksigen ke atrium kiri jantung untuk didistribusikan keseluruh tubuh melalui aorta. Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari udara dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis, maka pertukaran gas berlangsung dengan difusi , yang merupakan fungsi pernafasan.
Pembuluh darah yang dilukiskan sebagai arteri bronkialis membawa darah berisi oksigen langsung dari aorta torasika ke paru –paru guna memberi makan dan mengantarkan oksigen kedalam jaringan paru –paru sendiri. Cabang akhir arteri –arteri ini membentuk plexus kapiler yang tampak jelas dan terpisah, terbentuk oleh cabang akhir arteri pulmonalis ,tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu kedalam vena pulmonalis. Sisa darah itu diantarkan dari setiap paru –paru oleh vena bronkialis dan ada yang dapat mencapai vena cava superior. Maka dengan demikian paru –paru mempunyai persediaan darah ganda. Hilus (tampuk) paru –paru dibentuk oleh struktur sebagai berikut :
1.    Arteri pulmonalis, yang mengembalikan darah tanpa oksigen kedalam paru –paru untuk diisi oksigen. Vena pulmonalis, yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru –paru ke jantung. Bronkus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkial, merupakan jalan utama udara.

2.    Arteri bronkial , keluar dari aorta dan mengantarkan darah dari paru-paru ke vena cava superior , dan pembuluh limfe yang masuk-keluar paru-paru, sangat banyak. Persyaratan penting dalam aksi pergerakan pernafasan disuplai melalui nervus phrenicus dan nervus spiral toraxic. Nervus phrenicus mempersyarafi diafragma sementara nervus spiral toraxic mempersyarafi otot-otot intercosta. Disamping syaraf-syaraf tersebut syaraf simpatis dan para simpatis.








BAB III
PENUTUP
III.A. Kesimpulan
 Kesimpulannya adalah paru-paru merupakan organ penting bagi tubuh yang mempunyai fungsi utama sebagai alat pernafasan (respirasi). Proses pernafasan yaitu pengambilan oksigen(O2) dari udara luar dan pengeluaran karbondioksida (CO2) dari paru – paru. Selain itu paru-paru juga memiliki peredaran darah yang yaitu sistem sirkulasi pulmonal.

 Sirkulasi pulmonal adalah bagian dari sistem kardiovaskular yang membawa oksigen yang ada pada pembuluh darah dari jantung, ke paru-paru , dan mengembalikan oksigen darah kembali ke jantung.

III.B. Saran
 Dari penjelasan di atas saya sebagi penyusun referat ini menyarankn kepada pembaca supaya bersama-sama menjaga kesehatan organ jantung dan paru-paru kita agar selalu sehat karena jantung dan paru-paru adalah organ yang sangat vital dan selain paru-paru sebagai alat pernafasan juga sebagai sirkulasi darah yang amat penting bagi kelangsungan hidup











DAFTAR PUSTAKA

Sherwood, Lauralee.2001. Research Design: Human Physiology
Dr. Bram U. Pendit, Sp. KK, Cells to System. EGC.Jakarta
Ganong, F.1997. Fisiologi Kedokteran. Edesi 10. Jakarta: EGC
Price, A., Sylvia.(2006). Patofisiologi.Clinical Concepts Of Disease
Shafer, WG., Hine, MK., Levy, BM. A Textbook of oral pathology. Edisi 4
Philadelphia: WB. Saunders. 1983. 137-9.
http://www.emedicine.com/derm/topic886.htm. Accessed 5 Maret, 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar